Komunikasi dalam Keluarga
| Foto oleh IDN Times - https://www.idntimes.com/ |
Komunikasi dalam keluarga dapat disamakan dengan peran jantung dalam tubuh. Sama seperti jantung yang memompa darah ke seantero tubuh, komunikasi memompa kehidupan ke seantero keluarga. Jadi, seberapa sehatnya keluarga dapat diukur dari berapa sehatnya komunikasi dalam keluarga itu. Untuk itu kita perlu berkomunikasi guna memberi dorongan, guna mengungkapkan kasih dan kepedulian.
Keluarga merupakan kelompok sosial pertama dalam kehidupan manusia dimana ia belajar dan menyatakan diri sebagai manusia sosial, dalam interaksi dengan kelompoknya. (Kurniadi, 2001: 271).
Dalam keluarga yang sesungguhnya, komunikasi merupakan sesuatu yang harus dibina, sehingga anggota keluarga merasakan ikatan yang dalam serta saling membutuhkan. Keluarga merupakan kelompok primer paling penting dalam masyarakat, yang terbentuk dari hubungan laki-laki dan perempuan, perhubungan ini yang paling sedikit berlangsung lama untuk menciptakan dan membesarkan anak-anak. Keluarga dalam bentuk yang murni merupakan kesatuan sosial yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak. (Murdok 1949 dikutip oleh Dloyana, 1995: 11).
Komunikasi merupakan salah satu hal penting yang dibutuhkan dalam keluarga. Bukan tanpa alasan, keluarga menjadi kelompok sosial pertama dan tempat belajar sebagai mahluk sosial.
Karakter anak pun dapat terbentuk dari komunikasi tersebut. Apakah pribadinya bisa lebih terbuka, fleksibel, dan ramah. Penting untuk orang tua dalam memberikan komunikasi yang efektif, agar anak lebih bertanggung jawab.
Karakter anak pun dapat terbentuk dari komunikasi tersebut. Apakah pribadinya bisa lebih terbuka, fleksibel, dan ramah. Penting untuk orang tua dalam memberikan komunikasi yang efektif, agar anak lebih bertanggung jawab.
Pentingnya Sebuah Komunikasi Efektif
1. Menjaga Komunikasi
Dengan menjaga komunikasi maka secara tidak langsung dapat membangun kejujuran pada anak. bila keluarga secara aktif membuka percakapan, maka anak akan cenderung nyaman mengungkapkan perasaannya dengan jujur.2. Komunikasi Mencegah konflik.
Dengan menjaga komunikasi bisa mencegah adanya kekerasan dalam keluarga. Jadi ketika terjadi konflik, anggota keluarga, terutama orang tua, akan terbiasa menyelesaikan permasalahan dengan diskusi.
3. Komunikasi mencegah bullying.
Bullying pun dapat dicegah bila ada keterbukaan antara orang tua dan anak. Biasanya anak yang menjadi korban sering menutup diri. Kalau terbiasa berbagi, orang tua pun bisa memberi solusi, memotivasi dan mendorong kepercayaan dirinya.
4. Komunikasi Setiap Anggota Keluarga akan Terbiasa Mendengarkan.
Keterbukaan dalam sebuah keluarga akan membuat orang tua dan anak terbiasa untuk saling mendengarkan. Seperti keluhan anak dan cara mereka ingin menyelesaikan tindakan. Secara tidak langsung orang tua berkomunikasi bahwa mereka layak mendapat perhatian. Mulailah berbagi cerita antara anak dan orang tua.Orang tua diharapkan berbagi tentang nilai dan pengalaman mereka dengan cara yang menarik. Seakan-akan bercerita dengan teman, namun tetap dengan sedikit memberikan nasihat. Setiap hari anak dan orang tua harus saling berbagi cerita baik tentang hari mereka, perasaan mereka, ataupun hal-hal kecil. Penting untuk menyuarakan pikiran dan perasaan yang sedang dirasakan.
REFERENSI :
https://dalduksulbar.com/wp/pentingnya-komunikasi-di-dalam-keluarga/


Komentar
Posting Komentar