Aplikasi Tiktok di masa Pandemi
| Foto oleh IDX Channel, https://www.idxchannel.com |
Saat ini, media sosial telah menjadi penghubung pengguna satu sama lain yang tidak terpisahkan dari aktivitas kehidupan sehari-hari.Selain itu, media sosial telah menjadi ruang di mana kita membentuk dan membangun hubungan, membentuk identitas diri, mengekspresikan diri, dan belajar tentang dunia di sekitar kita.
Membahas media sosial sama seperti halnya teknologi pada umumnya, pengguna media sosial tentunya memiliki pengaruh baik dan buruk pada berbagai aspek kehidupan penggunanya, terutama pada segi kesehatan mental pengguna.
Tiktok sendiri merupakan Aplikasi yang berasal dari negeri Tiongkok yang diluncurkan pada awal September tahun 2016 oleh seorang pengusahaan bernama Zhang Yiming yang sekaligus pendiri dari sebuah perusahaan berbasis teknologi yaitu ByteDance dan mulai dikenal di Indonesia pada tahun 2018 dan berkembang dengan pesat apalagi pada saat pandemic sekarang ini banyak orang yang harus melakukan karantina yang menyebabkan diri kita itu menjadi jenuh dan bosan. TikTok merupakan salah satu aplikasi yang populer dan sudah diunduh oleh jutaan pengguna.
Namun ternyata tidak hanya kalangan usia muda yang tertarik dengan TikTok. Kalangan usia di atas kategori milenial juga lama-kelamaan banyak yang tertarik dan penasaran dengan fitur-fitur unik yang bisa dimainkan. Meski awalnya dikenal sebagai platform untuk membuat konten hiburan, mulai dari video lucu, lipsync, menari, dan sebagainya, namun baru baru ini TikTok sudah digunakan untuk konten yang lebih luas.
Jika melihat konten TikTok tahun lalu itu banyak berisi konten komedi, menari, tetapi jika dilihat sekarang sudah banyak kategori yang berbeda. Sekarang kita melihat lebih banyak orang membuat konten kecantikan, pengetahuan, atau konten pendidikan. TikTok juga dilihat sebagai suatu platform yang menjadi wadah bagi banyak orang untuk menampilkan diri mereka yang sebenar-benarnya dan terdiri dari komunitas yang keberadaannya nyata.
Di tahun 2020 aplikasi tiktok semakin meningkat tinggi peminatnya,yang dimana saat itu seluruh masyarakat indonesia sedang dilanda pandemi covid-19 yang mewajibkan semua masyarakat indonesia untuk tetap dirumah. Mulai dari sanalah satu persatu orang menggunakan kembali aplikasi tiktok. semua kalangan tua dan muda menuangkan kegabutan / kekosongan selama dirumah saja dengan memainkan aplikasi tiktok,lewat konten konten yang menyenangkan dan pastinya seru dan inovatif.
Di dalam aplikasi tiktok tersebut kita bisa berbagi cerita, pengalaman, dan bisa membuat berbagai macam ide yang menarik. isi konten yang bervariasi menjadi daya tarik bagi setiap kalangan. Muncul lah konten konten yang menyenangkan dan meringankan pikiran dimasa pandemi ini contohnya konten berjoget / dance yang maraknya dimasa pandemi,muncul kembali lagu-lagu dulu yang dipopulerkan kembali, berbagi pengalaman, informasi dan pengetahuan mengenai skincare, konten berjualan, mengerjakan tugas dari sekolah dan yang lainnya.
Berbagai macam isinya dan berbagai macam hal-hal yang bisa kita ambil didalamna yang bisa menjadi daya tarik setiap orang untuk ikut bergabung di dalam aplikasi tersebut, banyak hal-hal positif dari adanya aplikasi tiktok dimasa pandemi seperti ini, walaupun juga ada sisi kurangnya tapi dengan adanya tiktok bisa membuat kegiatan selama dirumah menjadi tidak terasa dan dampak postifinya bisa menaiki imun kita aja tetap baik dimasa pandemi.
Demi keamanan dan kenyamanan dalam mengakses video, TikTok pun merilis fitur terbaru yakni Family Safety Mode. Fitur ini bisa diartikan sebagai Mode Pengamanan Keluarga atau Mode Anak. Artinya orangtua bisa memantau serta membatasi penggunaan aplikasi TikTok oleh anak-anak. Jam dan waktunya anak bermain TikTok bisa diatur dan ditentukan sendiri. Ada yang memberikan waktu maksimal 1 jam hingga 90 menit. Selain itu, aplikasi ini juga memberikan kuasa kepada orangtua untuk membatasi konten-konten yang tidak diinginkan. Sehingga konten yang muncul pada akun TikTok milik anak sudah terfilter sesuai umurnya.
REFERENSI :
https://yoursay.suara.com/news/2020/09/03/121130/pengaruh-penggunaan-media-sosial-pada-remaja-terhadap-kesehatan-mental
https://www.kompasiana.com/bellalistya/604da4898ede4852677e1d85/ramainya-pengguna-aplikasi-tiktok-dimasa-pandemi


Komentar
Posting Komentar